Banyak mahasiswa yang berpikir : kenapa sih kok IP kuliahku cuma segini? kenapa sih kok aku tidak bisa sepintar si A? kenapa sih kok dia malas2an, tapi dia bisa dapaet IP bagus? kenapa sih kok dia yang kerjaannya maen mulu bisa dapaet nilai bagus, sedangkan aku yang belajar terus ga dapet bagus?
Berikut ini adalah ilmu - ilmu yang kudapatkan selama aku hidup, semoga dapat menjawab semua pertanyaan di atas :
1. Learn yourselfHal ini adalah hal pokok yang harus dilakukan. Kita harus mengenali diri kita sedalam mungkin. Untuk dapat melakukan hal ini, kita dapat menggunakan SWOT (
Strength, Weaknesses, Opportunities, Threats).
- Strength adalah sisi positif/kekuatan yang ada dalam diri kita. Kita harus mampu menemukan Strength kita dan mengakuinya. Contoh Strength : pandai, pintar, terampil, rajin, kaya, punya banyak teman/koneksi, memiliki fasilitas yang memadai/berlebihan, memiliki kemampuam motorik yang bagus, pandai menirukan, bisa mengerti dengan cepat, dll. Pokoknya, list semua sisi positif yang dapat menjadi kekuatan kita dan masukkan dalam Strength. Berikut adalah pertanyaan2 yang dapat membantu kita menemukan Strength kita masing - masing : (1) Apa yang kamu miliki? (2) Apa yang dapat kamu lakukan lebih baik dibanding orang lain?
- Weaknesses adalah sisi negatif/kelemahan yang ada dalam diri kita. Kalau kita tidak dapat mengenali kelemahan kita, bagaimana mungkin kita dapat memperbaiki/mengurangi/mengeliminasinya. Oleh karena itu, kita harus mengenali kelemahan kita. Contoh weaknesses : sakit2an, kurang pandai, lambat belajar, ceroboh, dll. List semua kelemahan kita dan masukkan ke dalam weaknesses ini. Berikut adalah pertanyaan yang dapat membantu kita menemukan Weaknesses kita : (1) Apa yang dapat kamu tingkatkan? (2) apa yang sebaiknya kamu hindari?
- Opportunities adalah kesempatan/sisi positif yang datang dari luar diri kita. Sesorang yang sukses adalah orang yang dapat melihat kesempatan. Oleh karena itu, kita harus mencoba melihat kesempatan di sekitar kita yang dapat kita gunakan. Contoh dari opportunities : adanya teman yang membentuk kelompok belajar (ikut aja), adanya seminar, adanya pelatihan, adanya workshop, adanya trend yang mengarah pada suatu hal. Berikut ini adalah pertanyaan yang dapat membantu kita menumukan Opportunities : (1) Ada event apa di sekitarmu? (2) Trend apa yang sedang/akan terjadi?
- Threats adalah ancaman/sisi negatif yang datang dari luar diri kita. Ancaman ini harus dikurangi, dieliminasi, atau bahkan kalau bisa dapat dijadikan menjadi suatu Opportunities. Contoh threats : masalah keuangan, batasan kuliah 7 tahun, kuliah yang tertinggal, dll. Berikut ini adalah pertanyaan yang dapat membantu kita menemukan Threats : (1) Hambatan apa yang kamu hadapi? (2) Perubahan apa yang sedang/akan terjadi yang dapat mengancammu?
Setelah membuat SWOT tersebut, cobalah untuk membuat rencana2 untuk memanfaatkan Strength dan Opportunities dan mengurangi/mengeliminasi Weaknesses dan Threats berdasarkan SWOT. Misal: aku punya weaknesses kurang pandai, memiliki strength rajin dan opportunities ada kelompok belajar. Maka, aku akan menambah jam belajar dan berusaha ikut dalam kelompok belajar.
Yang perlu diingat adalah, tidak ada manusia yang dilahirkan sempurna dan tidak ada manusia yang dilahirkan sama persis (manusia kembar aja punya sidik jari yang berbeda). Oleh karena itu, jangan iri terhadap apa yang dimiliki orang lain, karena orang lain tersebut juga pasti memiliki kesusahan tersendiri. Sebaliknya, kita harus berpikir "kalo dia bisa, harusnya aku juga bisa" ~> akan tetapi caranya bisa berbeda karena tiap orang itu berbeda.
2. Do not Reasoning
Jangan selalu membuat alasan untuk setiap kegagalan yang kita perbuat. Karena, dengan membuat alasan, kita berusaha untuk "membenarkan" diri kita sendiri walaupun kegagalan tersebut memang kesalahan kita. Semakin banyak kita membuat "alasan", semakin kita ketagihan untuk membuat "alasan". Hal ini dapat berakibat membuat kita malas untuk berusaha lebih baik. Oleh karena itu, bila kita gagal, akui kegagalan itu dan berusaha untuk bangkit, bukan dengan membuat segudang macam alasan bahkan sampai menyalahkan orang lain atas kegagalan kita.
3. Recondition
Bagi sebagian orang, mereka dapat belajar/mengerjakan tugas sendiri dalam keadaan apapun. Akan tetapi, banyak juga orang yang hanya dapat belajar dalam kondisi tertentu. Oleh karena itu, diperlukan adanya recondition agar kita dapat "terpaksa" untuk melakukan sesuatu. Misalnya : aku orang yang malas belajar. Oleh karena itu aku perlu membuat suatu kondisi agar aku "terpaksa" belajar. Cara membuat kondisi ini ada macam - macam cara. Salah satunya adalah mencari guru untuk memprivateku. Guru yang dicari tidaklah harus dosen. Akan tetapi bisa juga teman. Akan tetapi hal ini biasanya masih belum cukup untuk membuat orang "terpaksa" belajar. Oleh karena itu bayar orang yang jadi guru itu dari hasil menyisihkan uang jajan. Dengan demikian maka kita akan merasa, "wah, eman-eman kalo aku ga belajar, udah bayar je". Kalo kita hanya private gratisan dengan teman kita, maka cenderung menganggap remeh private tersebut dan tidak berkonsentrasi belajar. Oleh karena itu diperlukan adanya insentif uang yang disisihkan dari uang jajan kita agar kita termotivasi untuk belajar.
Ini hanya salah satu cara, masih banyak cara rekondisi lainnya, seperti : ada pacar baru bisa belajar, ada kelompok belajar baru bisa belajar, dll.
4. Teaching
Mungkin pertamanya kita akan merasa takut untuk mengajar karena merasa "aku aja nggak bisa kok malah disuruh ngajari orang lain". Akan tetapi manfaat dari mengajar ini sangat banyak, kita dapat saja menemukan kesalahan yang belum pernah kita perbuat sehingga bila di kemudian hari kita menemukan kesalahan yang sama, kita dapat dengan cepat mengkoreksinya. Selain itu dengan mengajar, kita juga "terpaksa" memahami bahan yang akan kita ajarkan sehingga pemahaman kita tentang bahan tersebut bertambah. Kita dapat juga menarik bayaran (lumayan buat tambahan uang saku :D).
NB : kalau cari murid, cari murid yang benar - benar ingin belajar. Karena kalau ketemu murid yang tidak benar - benar ingin belajar, kita hanya menghabiskan waktu dan tenaga tanpa mendapatkan hasil apapun
5. Practices makes perfect
Seperti halnya belajar bahasa, semakin banyak kita berlatih, kemampuan kita makin terasah. Oleh karena itu, jangan malas untuk mulai berlatih. Bila tidak mampu berlatih sendiri, buatlah kondisi seperti yang dijelaskan pada bagian Rekondisi.
6. Think and Try Again
Bila menemui masalah, jangan hanya menyerah, melainkan berpikirlah kenapa kok bisa begini kenapa kok bisa begitu. Coba pikirkan cara pemecahan masalah tersebut, kemudian coba lagi hingga berhasil. Apabila berhasil, akan ada suatu kepuasan tersendiri yang akan kita rasakan karena itu adalah hasil usaha kita sendiri.
7. Balancing
Selain belajar, kita juga tidak boleh melupakan hal - hal di luar kegiatan akademik. Contohnya : bersosialisasi, bermain game, jalan - jalan, berolahraga, makan makanan yang bergizi, refreshing, isitrahat dll. Bermain game terbukti dapat meningkatkan kemampuan logika otak. Berolahraga juga penting karena dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang sehat. Selain itu menjaga asupan gizi juga berperan penting karena, tanpa adanya asupan gizi yang memadai, gimana otak mau bekerja, ibarat mobil kehabisan bensin. Refreshing juga penting, karena dengan melakukan refreshing, otak kembali jernih. Dan juga jangan lupa untuk beristirahat. Semuanya harus seimbang, jangan hanya berat di belajar atau bermain - main saja. Contoh : bila ada yang pernah nonton Kyle XY, pasti tau bahwa dia adalah orang yang memiliki otak dengan aktivitas otak berlebihan. Walaupun dia menjadi sangat pintar, dia tetap harus meningkatkan kekuatan tubuhnya agar dapat mengimbangi otaknya
8. Berdoa
Hal ini sudah pasti karena sehebat apapun usaha kita, tetap Tuhan yang menentukan hasilnya. Akan tetapi jangan menganggap bahwa hanya cukup dengan berdoa saja tanpa berusaha maka kita dapat berhasil karena Tuhan tidak mungkin mensukseskan orang yang tidak berusaha.
Sekian tulisan dari saya, semoga dapat menjawab pertanyaan - pertanyaan di atas. Kalau ada salah, saya mohon maaf, kalau ada kritik dan saran, komen aja